Bermain Ke Masa Lalu

Waktu memang selalu berjalan, terus menerjang tanpa ada jalan kembali. Well, terkadang kita masih bisa mengunjungi masa yang telah lewat, melalui sebuah mesin waktu. Ya, mesin waktu itu benar-benar ada, aku berhasil menemukan satu di tengah-tengah kota Surabaya.

Bukan, bukan mesin waktu dengan bentuk seperti ruang / kapsul / apalah itu yang sering kita jumpai dalam kisah-kisah fiksi sains. Mesin waktu yang kugunakan berbentuk sebuah kedai es krim bernama Zangrandi.

Continue reading

Advertisements

He, My Friend

Dia adalah seorang teman sekelasku yang jarang kuajak bicara. Bukan karena tidak mau atau tidak ada kesempatan, ini semata-mata hanya karena memang kami jarang berinteraksi, having different circle of friends. And here’s a little “observation” from me.

Continue reading

Woman in The Wind

Aku tak tahu bagaimana, tiba-tiba saja badanku sudah tergerak sendiri. Pikiranku mengalir entah kemana, begitu saja. Aku bahkan tak tahu apakah aku masih berpikir. Begitu aku menyadarinya, aku sudah berada di sini. Di depan bangku merah itu. Bangku merah yang menjadi saksi bisu atas seluruh kisah kehidupanku dengannya.

Continue reading