James Rodriguez Berkhianat?

Tema: World Cup 2018

Subtema: James Rodriguez

Continue reading

Advertisements

Don’t Get Me Wrong-

George sat down upon the cold bench, embracing himself to fight the freezing breeze. He looked around the serene park, enjoying the beautiful scenery with falling leaves. It was so peaceful, he could hear the birds chirping happily. He could also hear the small footsteps of his granddaughter playing tag with some squirrels. Every once in a while, his 5 year old granddaughter was entrusted to him while her parents go to work. It was just one of those peaceful day, playing with her, or just by watching her play.

“Lolita, don’t go play too far!” George shouted. Lolita turned, seeing her grandpa and waved cheerfully. Getting the positive respond, George continued to enjoy the peaceful evening, and he felt his eyelid grew heavier. Sending one last smile to Lolita, he gave up to the urge. “Hmm, just a little bit… let me enjoy this peace.”

Continue reading

Kei The Pastel Boy

Namanya Kei.

Dia lebih suka hanya menyebutkan dirinya sebagai K, berusaha sok misterius. Sebagai seorang lelaki bertubuh mungil dan berwajah manis, dia lebih suka bertingkah layaknya citra yang sudah dia bentuk. Dibandingkan pemuda di usianya, dia memang tergolong cukup imut, dengan tinggi badan sekitar 165 cm. Dengan mukanya yang bulat kecil, dipadukan kacamata yang terlalu besar untuk wajahnya, tidak jarang –hampir selalu, orang mengira ia 5-7 tahun lebih muda dari usia aslinya. K cukup sensitif untuk masalah usia, melakukan perawatan tubuh dan wajah yang penuh perhatian untuk mempertahankan penampilannya. Dia tidak akan pernah mau mengakui bahwa tahun ini umurnya sudah memasuki 25 tahun. Dan akan terus bertambah. Wow no.

Continue reading

Bermain Ke Masa Lalu

Waktu memang selalu berjalan, terus menerjang tanpa ada jalan kembali. Well, terkadang kita masih bisa mengunjungi masa yang telah lewat, melalui sebuah mesin waktu. Ya, mesin waktu itu benar-benar ada, aku berhasil menemukan satu di tengah-tengah kota Surabaya.

Bukan, bukan mesin waktu dengan bentuk seperti ruang / kapsul / apalah itu yang sering kita jumpai dalam kisah-kisah fiksi sains. Mesin waktu yang kugunakan berbentuk sebuah kedai es krim bernama Zangrandi.

Continue reading

He, My Friend

Dia adalah seorang teman sekelasku yang jarang kuajak bicara. Bukan karena tidak mau atau tidak ada kesempatan, ini semata-mata hanya karena memang kami jarang berinteraksi, having different circle of friends. And here’s a little “observation” from me.

Continue reading

Woman in The Wind

Aku tak tahu bagaimana, tiba-tiba saja badanku sudah tergerak sendiri. Pikiranku mengalir entah kemana, begitu saja. Aku bahkan tak tahu apakah aku masih berpikir. Begitu aku menyadarinya, aku sudah berada di sini. Di depan bangku merah itu. Bangku merah yang menjadi saksi bisu atas seluruh kisah kehidupanku dengannya.

Continue reading